Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 161 162, Aku Cinta Membaca, Kakakku Dokter di Pedalaman

  • Whatsapp

“Rara jangan ngambek, dong! Kak Dilan kangen sekali suara imut Rara,” bujuk Kak Dilan di sambungan telepon. “Kakak mau cerita. Hari ini, Kakak senang sekali, akhirnya Bonai tersenyum.”

“Siapa itu Bonai?” tanya Rara penasaran.

“Bonai itu salah satu pasien Kakak. Dia terkena malaria. Syukurlah, sekarang ia sudah sembuh. Tempat yang Kakak tinggali ini banyak sekali penduduk yang meninggal karena malaria. Soalnya, jarak dari sini ke rumah sakit sangat jauh. Jadi, mereka telat ditangani,” cerita Kak Dilan.

“Kasihan sekali. Berarti Kakak harus jaga kesehatan. Kalau Kak Dilan sakit, nanti siapa yang mengobati mereka?”

“Ehm, Kakak minta maaf, ya karena Kakak tidak ada di samping Rara.”

Rara merasa bersalah. Seharusnya, ia mendukung Kak Dilan. Soalnya, menjadi dokter di pedalaman adalah tugas berat dan sangat mulia.

“Tidak apa-apa, Kak. Rara paham sekarang. Dibandingkan Rara, penduduk di Weime lebih membutuhkan Kak Dilan. Kakak harus ada di samping mereka dan mengobati mereka sampai sembuh! Janji ya sama Rara!”

“Janji! Doain Kakak, ya!”

“Pasti! Rara bangga sekali punya Kakak sehebat Kak Dilan!” seru Rara semangat.

“Kalau sudah dewasa nanti, Rara mau jadi dokter. Menyelamatkan nyawa orang lain dan membuat mereka tersenyum!”

“Kakak juga bangga sama Rara!” kata Kak Dilan di ujung telepon sana.

Pertanyaan Bacaan

1. Apakah judul bacaan di atas?

Jawaban:

Kakakku Dokter di Pedalaman

2. Siapakah tokoh utama cerita di atas?

Jawaban:

Kak Dilan dan Rara

3. Apakah masalah pada cerita di atas?

Jawaban:

Rara ngambek karena kangen dan ingin Kak Dilan Pulang.

4. Bagaimana penyelesaian masalah pada cerita di atas?

Jawaban:

Kak Dilan membujuk rara supaya tidak ngambek, lalu menceritakan kondisi yang dialaminya di Wamena.

Pos terkait