Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 161 162 165 166 169, Subtema 3 Pembelajaran 5

  • Whatsapp
Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 161 162 165 166 169, Subtema 3 Pembelajaran 5
Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 161 162 165 166 169, Subtema 3 Pembelajaran 5

5. Keberagaman karakteristik individu di lingkungan tempat tinggal: Fisik.
Manfaat keberagaman karakteristik individu di lingkungan tempat tinggal: Dapat saling membantu dan hidup rukun satu sama lain.

Dalam masyarakat, tidak jarang keberagaman karakteristik dijadikan sumber masalah sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Terjadinya masalah sering timbul akibat dari ulah pihak-pihak yang sengaja ingin membuat kekacauan dalam masyarakat.

Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia hendaknya senantiasa memupuk toleransi serta persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.

Orang yang sengaja ingin membuat kekacauan dan perpecahan antarwarga masyarakat dalam cerita fiksi mencerminkan tokoh antagonis. Masih ingatkah kamu dengan tokoh antagonis? Siapa pula tokoh utama dan tokoh pembantu atau tambahan?

Kunci Jawaban Halaman 161 162

Ayo Berdiskusi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1. Jelaskan yang dimaksud tokoh antagonis!
Jawaban:
Tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat jahat dalam cerita.

2. Jelaskan yang dimaksud tokoh utama!
Jawaban:
Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peran penting dalam cerita, ditampilkan terus-menerus dan mendominasi cerita.

3. Jelaskan yang dimaksud tokoh pembantu atau tambahan!
Jawaban:
Tokoh pembantu atau tambahan adalah tokoh yang dimunculkan sekali atau beberapa kali saja. Tokoh ini biasanya untuk menghidupkan cerita atau sekedar pemanis cerita.

4. Apakah lawan sikap antagonis?
Jawaban:
Lawan sifat antagonis adalah sifat protagonis.

5. Jelaskan yang dimaksud sikap lawan antagonis!
Jawaban:
Sifat lawan antagonis adalah protagonis. Sifat protagonis adalah sifat baik hati.

Kunci Jawaban Halaman 165 166

Ayo Membaca

KENDI EMAS DAN ULAR

Alkisah hiduplah sepasang suami istri yang sangat sederhana. Keduanya sangat merindukan anak, tetapi Tuhan mentakdirkan mereka tidak memiliki anak. Secara ekonomi, kedua petani sederhana itu jauh dari layak, sangat miskin sekali. Namun, semangat untuk bekerja mereka luar biasa.

Pos terkait