Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 73 75 78 79 80 81 82 83 84, Subtema 2 Pembelajaran 2

  • Whatsapp
Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 73 75 78 79 80 81 82 83 84, Subtema 2 Pembelajaran 2
Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 4 Halaman 73 75 78 79 80 81 82 83 84, Subtema 2 Pembelajaran 2. (Buku Tematik K13)

Jawaban:

– Tokoh protagonis adalah tokoh yang bersifat baik.
– Tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat tidak baik.

3. Tuliskan tokoh antagonis yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali”!

Jawaban: Tokoh antagonis yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali” yaitu Manik Angkeran.

4. Tuliskan tokoh protagonis yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali”!

Jawaban: Tokoh protagonis yang terdapat dalam cerita berjudul “Terjadinya Selat Bali” yaitu Sidhimantra dan Naga Besukih.

Kunci Jawaban Halaman 79 – 80

Ayo Menulis

Carilah sebuah cerita rakyat yang berasal dari daerahmu. Tulis kembali cerita rakyat dari daerahmu dalam kolom di bawah ini.

Jawaban:

Legenda Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari

Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung tersebut terdapat sebuah danau bernama Toyawening.. Saat berburu, tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari yang sedang mandi di danau tersebut.

Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang berwarna oranye yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari bernama Nawangwulan tidak mampu ikut kembali ke kahyangan karena tidak menemukan selendangnya.

Ia pun akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub lalu muncul dan berpura-pura menolong. Dewi Nawangwulan pun bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub dan singkat cerita, Dewi Nawangwulan menyetujui lamaran Jaka Tarub dan akhirnya menikah.

Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak.

Pos terkait