Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 152 153 154 158 160, Subtema 3 Pembelajaran 4

  • Whatsapp
Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 152 153 154 158 160, Subtema 3 Pembelajaran 4
Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 152 153 154 158 160, Subtema 3 Pembelajaran 4

Setelah kalian membaca cerita “Kesombongan Membawa Bencana”, sikap seperti Beni sudah selayaknya tidak kita tiru. Sikap sombong seperti yang dilakukan oleh Beni dapat menjadi penyebab pecahnya persatuan dan kesatuan. Para pemimpin bangsa kita terdahulu pun sangat menjaga agar rasa persatuan dan kesatuan tidak terpecah.

Sekarang, coba kalian sebutkan usaha-usaha yang dilakukan pemimpin bangsa dalam membina persatuan dan kesatuan sehingga tercipta kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa. Tulislah ceritamu pada buku tugas, lalu kumpulkan kepada Bapak/Ibu Guru untuk dinilai.

Jawaban:

Usaha-usaha yang dilakukan pemimpin bangsa dalam membina kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa antara lain:
1. Mengadakan festival budaya.
2. Mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di setiap acara resmi dimanapun berada.
3. Menjalankan pemerintahan secara adil dan terbuka.
4. Mengadakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5. Menciptakan kebebasan masyarakat untuk memeluk agama dan melakukan ibadah sesuai agamanya masing-masing.
6. Membina sikap saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama.
7. Mengadakan peringatan hari-hari besar nasional dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

Edo selesai belajar. Tiba-tiba terdengar suara ibu memanggilnya. Edo disuruh ibu untuk membeli telur ayam di tetangga sebelah. Kebetulan tetangga sebelah beternak ayam petelur. Ibu sedang sibuk membuat roti untuk dijual besok pagi. Saat ke luar rumah Edo bertemu tetangganya yang baru pulang dari berjualan di pasar. Edo sejenak merenung.

Edo tinggal di lingkungan pinggiran kota. Edo sadar, ternyata ada beragam pekerjaan yang dijalani oleh masyarakat di lingkungan sekitar rumahnya. Mulai dari peternak ayam, pedagang roti seperti ibunya, pengrajin, guru, dan karyawan swasta seperti ayahnya.

Ayo Membaca

Pos terkait